Webinar Literasi Digital Bojonegoro, Salurkan Hobi di Dunia Digital

Advertorial68 Dilihat

BOJONEGORO, TrijayaNews.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Bojonegoro. Acara dimulai pukul 09.30 WIB secara virtual menggunakan platform Zoom. Acara dipimpin oleh Moderator, Patricia Oxanna, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nisfu Asrul Sani, DR. Devie Rahmawati, Romzi Ahmad, ARUMI BACHSIN EMIL DARDAK, S.E. dan Jang Hansol (KOL).  Tercatat jumlah peserta yang mengikuti acara ini sejumlah 3442.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah SALURKAN HOBI DI DUNIA DIGITAL dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital. Dengan jumlah 3442 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber. Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Nifsu Asrul adalah “Kita tahu bahwa anak-anak sebetulnya SEHARUSNYA kalau memakai gadget HARUS dalam pemantauan orang tua, namun apabila si anak sudah terlanjur kecanduan bermain digadget karena keteledoran orang tua. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang terlanjur kecanduan gadget (Permainan) bahkan sampai lupa kewajibannya sebagai pelajar dan ketika dinasehati menjadi tantrum? dan bagaimana seharusnya orang tua harus berperan dalam hal ini? Terima Kasih.” Dan pada saat itu Nifsu Asrul langsung memberikan jawaban “Pertanyaannya nggak ada pertanyaan lain ini? Hehe bercanda bercanda, ini hanya permasalahan umum hampir semua orang tua guru dosen mengalami hal yang serupa kawasannya anak didiknya anak-anak kecanduan gadget ya kalau ada kurang perawatan jalan dari saya yang pertama ini Mari kita diskusi anak dengan orang tua nya ya ini cuman masalah komunikasi aja antara orang tua dan anak secara manual sama seperti anak-anak memainkan permainan atau tidak otak-atik permainan atau dia main sepeda main layangan Semuanya sama itu adalah atau aktivitas bentuk aktualisasi diri dari yang pertama di peraturan yang kedua komunikasinya itu juga harus antara anak dengan orang tua dari saya pertama adalah sepakati dulu sudah disampaikan iya bahwasannya Imade saya ambil hp-nya lihat saya tambahkan aja secara praktis dia yang pertama tadi saya bilang anak-anak tidak diberikan gadget tapi dipinjami di transaksinya atau perjanjian antara kita dengan orang dengan angka adalah dipinjam ditinggal diberikan artinya ini masih punya Papa Mama ini masih punya bapak ibu bukan punya kamu punya anak-anak karena dipinjami berarti dikembalikan kalau Ada batas waktunya kapan bisa dimulai kapan selesainya yang pertama sebelum kita melangkah atau tindakan preventif yang kedua adalah ketika sudah terlanjur kecanduan tetapi Kucinta Kau Apa ya harus ada penanganan yang pertama ini terjadi juga di anak saya jadi jangan khawatir Bapak Ibu sekalian ini adalah masalah bersama dan saya juga mengalami hal tersebut yang pertama adalah Yuk kita coba kurangi ya dengan interaksi yang manual artinya permainan manual pekerjaan manual yang bisa mengurangi intensitas dari menggunakan atau menggunakan Gadget itu pelan-pelan saya ke anak saya itu anak saja mulai kecanduan tapi saya harus bisa mengurangi pertama awal-awalnya kenapa perubahan nya itu terlalu cantik pelan-pelan aja jamnya dikurangi jamnya atau misalkan kita kasih permainan yang lain kita ajak lokal adalah salah satu cara yang kita mau mengurangi kecanduan dari kaki atau kecil.”

Kegiatan ini berlangsung sangat penuh semangat dan tingginya minat para peserta. Untuk mengapresiasi para peserta yang bertanya mendapatkan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Dan juga seluruh peserta webinar yang hadir mendapatkan e-certificate.

Dengan berakhirnya acara kegiatan webinar hari ini, moderator, para narasumber, praktisi dan juga seluruh peserta yang hadir diminta untuk berfoto bersama melalui platform zoom sebagai wujud apresiasi terhadap seluruh narasumber dan juga peserta yang mengikuti kegiatan webinar ini.

Terima kasih kami haturkan untuk gotong royong seluruh pihak yang telah mengabarkan, mendukung dan menyukseskan kegiatan ini.

Bagi masyarakat, terus update yuk literasi digital mu dan jangan lupa untuk terus mengikuti webinar kita ya!. Gunakan juga tagar #MakinCakapDigital dalam setiap postinganmu terkait literasi digital. Untuk informasi kegiatan selanjutnya, kunjungi akun Instagram @literasidigitaljatim1 dan website event.literasidigital.id. Salam Literasi Digital dan terima kasih.