Minggu, Juli 14, 2024

Mendikbud Terbitkan Skema Keringanan Uang Kuliah Mahasiswa

JAKARTA, TrijayaNews.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menerbitkan Peraturan Mendikbud Nomor 25 Tahun 2029 yang mengatur penyesuaian pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa di tengah pandemi Covid-19. Nadiem mengatakan, Permendikbud 25/2020 menjadi pedoman bagi perguruan tinggi dalam memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa yang ekonominya terdampak Covid-19.

“Kami mengeluarkan kebijakan baru dimana masing-masing universitas itu boleh dan bisa menyesuaikan secara eksplisit untuk keluarga yang mengalami kendala finansial akibat pandemi Covid 19,” ujar Mendikbud dalam web seminar Kemendikbud, Jumat (19/6).

Nadiem menjelaskan, ada beberapa arahan kepada perguruan tinggi terkait ketentuan pembayaran UKT mahasiswa. Pertama, mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil kredit mata kuliah sama sekali.

“Misalnya dia hanya menunggu kelulusan, jadi dia tidak wajib membayar UKT di situasi saat ini,” ujar Nadiem.

Kedua, lanjut Nadiem, pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa. Nadiem menjelaskan, ini berdasarkan kesepakatan majelis Rektor PTN pada tanggal 22 April 2020.

Baca Juga :   Menristek/Kepala BRIN Hadiri 17th Annual Meeting of Science and Technology in Society Forum

Sementara, untuk mahasiswa di masa akhir kuliah maksimal diwajibkan membayar 50 persen dari UKT, jika hanya mengambil 6 atau di bawah 6 SKS. Ia melanjutkan, untuk skema keringanan yang bisa didapat mahasiswa, yakni mahasiwa bisa mencicil pembayaran UKT dengan jangka waktu yang disesuaikan dengan kemapuan ekonomi mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa juga bisa menunda pembayaran UKT dengan tanggal pembayaran disesuaikan. Atau, kata Nadiem, bisa juga besaran UKT diturunkan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiwa.

“Masing-masing Universitas diberikan kemerdekaan untuk menentukan berapa komposisi yang terbaik sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” ujarnya.

Nadiem menyebut saat ini sudah ada beberapa perguruan tinggi yang telah memberlakukan relaksasi pembayaran UKT kepasa mahasiswanya. Antara lain UGM, IPB, Universitas Negeri 11 Maret, UNY, UNS, dan UN Gorontalo.

“Saya apresiasi para rektor yang telah melakukan berbagai macam conto keringanan UKT, baik cicilan, baik subsidi internet, dengan adanya regulasi permendikbud ini kita harapkan agar smeua PTN segera menyusul dan melakukan relaksasi di masing masing kampus,” kata Nadiem.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Ketum Dekopin: Kalau Pemerintah Berikan TKDN 40 Persen Mestinya Koperasi Diberikan Tempat

  TrijayaNews.id, Jakarta - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Sri Untari Bisowarno, di antara sambutannya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), 12 Juli 2024...

Dalam Rangkaian HUT Koperasi ke 77 Keberpihakan Pemerintah Terhadap Koperasi Masih Dipertanyakan

Trijaya.id, Jakarta - Keren tema peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 77, yakni “Koperasi Maju Indonesia Emas”. Ada makna luar biasa. Faktanya, koperasi menurut...

Meriah Peluncuran dan Pentas Apresiasi Buku Sepanjang Jalan Kenangan ke Palestina

Trijayanews.id, Purwokerto - Peluncuran dan pentas apresiasi buku berjudul Sepanjang Jalan Kenangan ke Palestina, bertempat di Lantai 2, Arpusda Kabupaten Banyumas, Jalan Jenderal Gatot...

Mahasiswa LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor Melalui “Pesta Edas”

Trijayanews.id - Mahasiswa/i semester 6 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta dari kelas PRDC25-1SP mengadakan acara “Pesta Edas” yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved