Rabu, Agustus 17, 2022

Merapi Keluarkan Kolom Erupsi 6.000 m dari Puncak

YOGYAKARTA, TrijayaNews.id – Gunung api Merapi mengalami erupsi dengan ketinggian kolom mencapai 6.000 meter dari puncak pada Minggu (21/6), pukul 09.13 WIB. Erupsi kedua terjadi berselang 14 menit kemudian.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik. Saat erupsi pertama terjadi, BPPTKG memonitor arah angin menuju barat. Sedangkan pada erupsi kedua, amplitudo termonitor 75 mm dan durasi 100 detik. Tinggi kolom saat eruspi kedua ini tidak teramati.

Pusat Pengendali Operasi BNPB mendapatkan laporan dari BPBD setempat mengenai sebaran abu. Sebaran hujan abu vulkanik erupsi Gunung Merapi yang terpantau pada 09.56 terjadi di wilayah beberapa desa pada dua Kecamatan Srumbung (Desa Kaliurang, Kemiren, Srumbung, Banyuadem, Kalibening dan Ngargosoko) dan Kecamatan Dukun (Desa Ngargomulyo dan Keningar).

Sementara itu, berdasarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) atau notifikasi penerbangan menunjukkan kode warna merah. Notifikasi tersebut merujuk pada erupsi yang terjadi pada pukul 09.13 WIB dan 09.27 WIB. Warna merah atau red berarti ketinggian letusan sudah lebih dari 6.000 meter di atas permukaan laut. VONA digunakan sebagai peringatan dini ketika terjadi erupsi gunung untuk keamanan penerbangan.

Beberapa desa terpantau abu vulkanik turun cukup deras, seperti di Desa Kemiren, Srumbung dan Banyuadem.

Gunung Merapi berstatus level II atau ‘waspada’ sejak 21 Mei 2018.

Karakter gunung dengan status tersebut, BPPTKG merekomendasikan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif. Masyarakat juga diharapkan untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak. Selain itu, tidak ada aktivitas manusia pada radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Pada level itu, potensi ancaman bahaya berupa luncuran awan panas dan runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Pusat Pengendali Operasi BNPB mendapatkan pemutakhiran data sebaran abu vulkanik pascaerupsi Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Erupsi yang terjadi beberapa kali pada Minggu tadi (21/6) ini memiliki tinggi kolom abu vulkanik hingga lebih dari 6.000 meter.

Baca Juga :   KemenkopUKM Targetkan 3 Juta Usaha Mikro Dapatkan Aneka Sertifikasi Usaha Bebas Biaya

Berikut sebaran abu vulkanik berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sampai dengan Minggu (21/6), pukul 10.40 WIB di wilayahnya.

Kecamatan Srumbung (hujan abu cukup deras)
1. Desa Kaliurang, Kec.Srumbung
2. Desa Kemiren, Kec. Srumbung
3. Desa Srumbung, Kec. Srumbung
4. Desa Banyuadem, Kec. Srumbung
5. Desa Kalibening, Kec. Srumbung
6. Desa Ngargosoko, Kec. Srumbung
7. Desa Kradenan, Kec. Srumbung

Kecamatan Dukun (hujan abu ringan)
1. Desa Ngargomulyo, Kec. Dukun
2. Desa Keningar, Kec. Dukun
3. Desa Sumber, Kec. Dukun
4. Desa Sengi, Kec. Dukun
5. Desa Banyudono, Kec. Dukun

Kecamatan Sawangan(hujan abu ringan)
1. Desa Wonolelo, Kec. Sawangan
2. Desa Krogowanan, Kec. Sawangan

Kecamatan Salam (hujan abu ringan)
1. Desa Gulon, Kec. Salam
2. Desa Seloboro, Kec. Salam
3. Desa Tirto, Kec. Salam
4. Desa Sucen, Kec. Salam
5. Desa Kadiluwih, Kec. Salam
6. Desa Tersan Gede, Kec. Salam
7. Desa Pucungrejo, Kec. Salam

Kecamatan Muntilan (hujan abu ringan)
1. Desa Gunungpring, Kec. Muntilan
2. Desa Sedayu, Kec. Muntilan
3. Desa Adikarto, Kec. Muntilan
4. Desa Tamanagung, Kec. Muntilan
5. Kelurahan Muntilan, Kec. Muntilan

Kecamatan Ngluwar (hujan abu ringan)
1. Desa Plosogede, Kec. Ngluwar
2. Desa Blongkeng, Kec. Ngluwar
3. Desa Jamus Kauman, Kec. Ngluwar
4. Desa Ngluwar, Kec. Ngluwar

Baca Juga :   Penyelamatan Arsip Penanganan COVID-19 Jadi Perhatian Pertemuan Tahunan Lembaga Kearsipan se-Asia Tenggara Tahun 2021

Kecamatan Mungkid (hujan abu ringan)
1. Kelurahan Mungkid, Kec. Mungkid
2. Desa Pabelan, Kec. Mungkid

Kecamatan Borobudur (hujan abu ringan)
1. Desa Sambeng, Kec. Borobudur
2. Desa Kenalan, Kec. Borobudur
3. Desa Wanurejo, Kec. Borobudur
4. Desa Ngargogondo, Kec. Borobudur
5. Desa Tuksongo, Kec. Borobudur
6. Desa Wringinputih, Kec. Borobudur
7. Desa Bumiharjo, Kec. Borobudur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Bank Berkapasitas Global, Ini Strategi BNI

Jakarta, TrijayaNews.id - Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir mengakan, BNI memiliki DNA sebagai corporate banking yang aktif dan mendukung ekspansi nasabah korporasi hingga...

BNIDirect Catatkan Volume Transaksi Lebih Rp2.500 Triliun

Jakarta, TrijayaNews.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, (BNI kode saham: BBNI) terus berinovasi dengan memberikan kemudahan kepada para nasabah. Hal ini  menjadi...

Kelembagaan Koperasi Nelayan terus Diperkuat KemenkopUKM

Indramayu, TrijayaNews.id - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) terus memperkuat kelembagaan koperasi nelayan, melalui program pendampingan hingga terbentuk ekosistem usaha perikanan yang sehat. Menurut Staf...

SMESCO Indonesia Gandeng PT Jaya Hotel Lestari Pulihkan Ekonomi Melalui Sektor Perhotelan

Tangerang, TrijayaNews.id – Direktur Bisnis SMESCO Indonesia Wientor Rah Mada menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur PT. Jaya Hotel Lestari atau Episode Hotel...

BNI Gandeng Indomaret untuk Perkuat Ekosistem Cashless

Jakarta, TrijayaNews.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus memperkuat ekosistem cashless society guna memaksimalkan potensi pemulihan ekonomi. Kali...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved