Kamis, Mei 19, 2022

Kopkar PT KBN Didorong KemenkopUKM Pertajam Entitas Bisnis dan Spin-Off

Jakarta, Trijayanews.id – Bagi koperasi wujud dari akuntabilitas dan transparansi itu dapat dilihat dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Mengingat, hal tersebut merupakan bagian dari pertanggungjawaban pengurus. Selanjutnya, anggota melalui forum ini juga bisa mengevaluasi serta menyampaikan aspirasi.

Setelah disepakati, itu menjadi amanah bagi kepengurusan berikutnya. Sehingga, penyelenggaran RAT tepat waktu merupakan bukti keseriusan dan niat baik kepengurusan sebuah koperasi.

Demikian diungkapkan Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) Ahmad Zabadi, pada RAT Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero Tahun Buku 2021, di Jakarta, Kamis (31/3).

Turut hadir dalam RAT tersebut,  Dirut PT KBN (Persero) Alif Abadi yang juga selaku Pembina Kopkar,  Direktur Operasional PT KBN (Persero) Satrio Witjaksono, dan Kabiro Komunikasi, Teknologi, dan Informasi  KemenkopUKM Budi Mustopo.

Zabadi menambahkan, koperasi sejatinya adalah entitas bisnis yang memiliki watak sosial. Yang membedakannya dengan perseroan adalah soal kepemilikan, dimana seluruh anggota merupakan pemilik koperasi sekaligus pengguna jasa layanan bisnis yang dijalankan koperasi.

“Jadi, antara PT KBN sebagai induk,  dengan Kopkar PT KBN sebagai bagian dari PT KBN, anak usaha  perusahaan dapat menjalankan usahanya secara personal dan mandiri,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Zabadi, harus diarahkan kepada usaha usaha yang sesuai dengan kebutuhan  bisnis anggotanya. “Dengan tujuan utama adalah peningkatan kesejahteraan anggota,” tandas Zabadi.

Keanggotaan Kopkar juga harus mengarah ke inklusi, bukan hanya eksklusif di perusahaan saja pondasi tidak kuat, karena anggota relatif stagnan bahkan cenderung berkurang, karena pensiun atau pindah tugas. Karyawan baru belum tentu menjadi anggota.

“Pada prinsipnya, keanggotaan koperasi terbuka dan sukarela, dan jumlah anggota sangat menentukan perkembangan koperasi,” tegas Zabadi.

Ia mengaku, dirinya banyak menerima usulan pembubaran Kopkar, baik BUMN maupun swasta. Hal ini antara lain karena koperasi masih ada ketergantungan dengan induk perusahaan. Akibatnya, jika satu perusahan swasta tutup, maka koperasinya ikut terseret.

Baca Juga :   Sinergi MenKopUKM dan Menteri ATR/BPN Konsolidasikan Lahan Petani TORA Berbasis Koperasi di Sukabumi

Contoh, tutupnya Hypermarket Giant dan Hero. Kalau di BUMN karena banyak yang dimerger dengan BUMN lain, atau adanya holdingisasi. “Harusnya, Kopkar bisa  jadi bagian komplementer yang melengkapi keberadaan perusahaan. Sehingga, bisa mandiri dan tidak terpengaruh perusahaan induk,” jelas Zabadi.

Transformasi Digital

Adapun Kopkar PT KBN memiliki kegiatan usahanya yang cukup banyak. Antara lain, simpan pinjam, toko, penyewaan kendaraan dinas, supplier alat tulis kantor, penyedia jasa tenaga kerja alih daya, garasi truk trailer, pekerjaan swakelola konstruksi dan lingkungan dalam kawasan, dan lain-lain

Mencermati itu, Zabadi meminta  dicermati kembali apakah kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan tersebut sudah dituangkan di dalam ketentuan Bidang Usaha yang ada dalam Anggaran Dasar Koperasi.

“Karena, dengan berbagai aktifitas yang dilakukan koperasi tersebut, faktor penting lainnya yang harus dimiliki oleh koperasi adalah perizinan berusaha,” ujar Zabadi.

Agar bisa mempertajam fokus entitas bisnisnya, Zabadi menyarankan agar Kopkar PT KBN melakukan spin-off (pemisahan dari perusahaan induk. Sehingga, bisnisnya bisa lebih fokus menghasilkan keuntungan bagi perusahaan sebagai anak usaha dari Kopkar PT KBN. “Terlebih saat ini, pemerintah  telah berusaha untuk mempermudah proses perizinan, khususnya bagi koperasi,” tukasnya.

Lebih dari itu, Zabadi koperasi untuk tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya sambil senantiasa berinovasi dan dituntut untuk terus beradaptasi, serta bertransformasi, termasuk diantaranya melalui transformasi digital.

“Koperasi harus mengubah citranya menjadi Koperasi Modern, baik dalam pengelolaan usaha, pelayanan anggota, serta akses pembiayaan dengan memanfaatkan media teknologi komunikasi dan informasi digital tanpa meninggalkan jatidirinya sebagai koperasi,” pungkasnya.**

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

MenkopUKM: Kolaborasi itu Penting untuk Wujudkan Indonesia jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Jakarta, Trijayanews.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak. Terutama asosiasi, industri, dan pemerintah dalam mewujudkan...

Kunker Komisi VIII DPR di Balikpapan, Legislator Tekankan Peran Penting Pemda Kawal Salur Bansos Tepat Sasaran

BALIKPAPAN, TrijayaNews.id – Komisi VIII DPR RI mengapresiasi langkah pemerintah menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penyaluran bansos, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT)...

Genjot Regenerasi Petani, Kementan Lepas Puluhan Petani Muda Magang ke Jepang

JAKARTA, TrijayaNews.id - Kementerian Pertanian terus mengupayakan lahirnya Petani- Petani Muda. Keseriusan dalam mencetak Regenerasi Petani diwujudkan dalam sejumlah program salah satunya yaitu Magang...

Menteri Trenggono Optimis Sentra Kuliner Ikan di Pekalongan Jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi

PEKALONGAN, TrijayaNews.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimis geliat perikanan di Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah terus tumbuh menyusul melandainya situasi...

Menparekraf Terima Kunjungan Dubes Jepang untuk RI Kolaborasi Tingkatkan Sektor Parekraf

Jakarta, TrijayaNews.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved