Senin, Januari 30, 2023

The Ensight Green Human Capital: Milenial dan Gen Z untuk Transisi Energi yang Berkeadilan

Jakarta, TrijayaNews.id – Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) mengadakan acara The Ensight “Green Human Capital: Milenial dan Gen Z untuk Transisi Energi yang Berkeadilan”. Narasumber acara ini adalah Program Manager Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (Gerilya) Kampus Merdeka, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Khoiria Oktaviani; Secretary General Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), I Made Aditya Suryawidya; dan Business Development PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), Anisa Isabella Agustina; dengan moderator Michael Suryaprawira (Peneliti PYC).

Acara ini dibuka oleh Ketua Umum PYC, Filda C. Yusgiantoro. Pada sambutannya, Filda menyampaikan bahwa transisi energi ke ramah lingkungan dan terbarukan menjadi prioritas untuk memenuhi konsumsi energi ke depan, sekaligus memenuhi komitmen akan pengurangan emisi global. Semua sektor didorong untuk melakukan transisi, tidak terkecuali sektor industri energi. SDM atau human capital sangat berperan dalam meningkatkan usaha dan produktivitas dari perusahaan untuk mendukung transisi energi. Selain itu, kolaborasi top-down dan bottom-up sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan human capital yang siap untuk transisi energi.

Narasumber pertama, Khoiria Oktaviani, mengatakan human capital dibutuhkan dalam mencapai Nationally Determined Contribution (NDC) dan mencapai bauran energi. Namun, saat ini kondisi bauran energi masih didominasi oleh fosil khususnya batubara. Padahal Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang sangat besar. Lebih lanjut, Khoiria menyampaikan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki program-program yang berkolaborasi dengan beberapa pihak dalam mendukung transisi energi bagi Generasi Z.

Diantaranya adalah Patriot Energi yang merupakan pelatihan untuk anak muda yang bertujuan untuk mendorong akses listrik di daerah terpencil. Selain itu, ada program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (Gerilya) yang berkolaborasi dengan Kampus Merdeka.

Baca Juga :   Polri Bebaskan Penjual Kaos Jokowi 404: Not Found,  Koordinator Milenial: Ini yang Namanya Restorative Justice

Narasumber kedua, Anisa Isabella Agustina, menyampaikan bahwa dari tahun 2012-2019 pekerjaan di sektor energi terbarukan (renewable energy employment) meningkat signifikan, salah satunya di sektor solar PV, bioenergi, hydropower, dan angin. Peningkatan RE employment dipengaruhi oleh peningkatan penggunaan energi yang bersih (clean energy). Dalam hal ini, peran akademisi sangat penting untuk mempersiapkan skill SDM di sektor energi terbarukan. Selain itu, perlu adanya kebijakan dari pemerintah untuk mendukung sinkronisasi dari beberapa stakeholders. Koordinasi dari sektor publik dan swasta juga dibutuhkan untuk mencapai Sustainable Development Goal (SDG).

Narasumber ketiga, I Made Aditya Suryawidya, menyampaikan bahwa ketika berbicara tentang kesiapan industri, perlu memperhatikan teknologi, pendanaan, dan SDM. Saat ini, lapangan pekerjaan di Indonesia berhubungan langsung dengan tujuan transisi energi. Dalam hal ini, SDM juga mendukung kesiapan industri dalam transisi energi. Made lebih lanjut menjelaskan bahwa industri yang awalnya berada di sektor fosil, saat ini mulai melakukan diversifikasi ke energi terbarukan. Sebagai contoh adalah lapangan pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin bertambah. Sedangkan, tantangan yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana memfokuskan pada teknologi dan value chain.

Baca Juga :   MenKopUKM Dorong Pelaku UMKM Sektor Peternakan Berbisnis Dalam Skala Ekonomi

Acara diakhiri dengan sambutan penutup oleh Ketua Pengawas PYC, Inka B. Yusgiantoro. Indonesia memiliki 3 target utama yaitu NDC, NZE 2060, dan SDG. Transisi energi menjadi tugas yang cukup berat bagi negara. Bukan hanya menyediakan infrastruktur tetapi juga SDM. Hal ini perlu menjadi perhatian bagaimana menyiapkan SDM yang tepat bagi Indonesia. Ke depan, diharapkan akan semakin banyak program untuk mendukung transisi energi. Generasi muda perlu memetakan kemampuan apa yang dibutuhkan dan sumber energi apa yang berpotensi besar di Indonesia.

Baca Juga :   BPKP Dorong Pemerintah Daerah Proaktif Data Pelaku Usaha Mikro

Selain itu, Milenial dan Gen Z perlu mengembangkan startup energi bersih. Dalam hal ini, pendidikan menjadi kunci utama dalam mendukung green human capital. Dalam mendukung transisi energi di sektor industri, perlu adanya kolaborasi penta helix (pemerintah, akademisi, swasta, media, dan masyarakat).

Tentang Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada penelitian independen dan mendalam, guna memberikan solusi kebijakan dan/atau rekomendasi di bidang penelitian energi dan sumber daya alam di tingkat lokal, nasional dan global.
PYC juga berfokus pada solusi akan penyelesaian masalah dan tantangan sektor energi dan sumber daya alam yang memiliki dampak signifikan pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, PYC memberikan solusi melalui berbagai proyek penelitian independen, seminar, lokakarya (workshop), konferensi, dan kerja sama dengan institusi pemerintah dan/atau swasta dalam berbagai studi/penelitian terkait energi dan sumber daya alam.
Di bidang sosial, PYC mengadakan berbagai acara yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam bidang kesehatan, kesejahteraan, dan pendidikan. Selain itu, PYC juga terlibat aktif mempromosikan warisan kebudayaan lokal dan regional untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia.

Website: https://www.purnomoyusgiantorocenter.org

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Pemerintah Ajak LKSA Perluas Peran di Luar Lembaga

JAKARTA, TrijayaNews.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry Hikmat meminta Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) agar memperluas peran penanganan anak di luar lembaga. Pernyataan...

Pusat Studi ASEAN LSPR Institute Ajak Generasi Muda Mendukung Indonesia Sebagai ASEAN Chairmanship Tahun 2023

Trijayanews.id – Pusat Studi ASEAN di LSPR Institute of Communication & Business yang bernama Centre For ASEAN Public Relations Studies (CAPRS) bersama ASEAN Public...

Dihadang Resesi dan Tahun Politik, Prospek Pariwisata Tetap Cerah

JAKARTA, TrijayaNews.id - Tahun 2023 mestinya menjadi tahun yang penuh optimisme seiring pemulihan ekonomi nasional yang sempat terpuruk dihantam pandemi sejak awal 2020 silam. Dengan melandainya...

Kolaborasi Fakultas Bisnis LSPR dan Oakwood Suites Kuningan Jakarta Guna Memperkuat Pembelajaran Program Studi Pariwisata

Trijayanews.id - Pada tanggal 13 Januari 2023, telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara Fakultas Bisnis LSPR Institute of Communication & Business dengan Oakwood Suites Kuningan...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved