BNI Catat Kinerja Solid Kuartal I 2026, Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis

BNI selain menjaga pertumbuhan dan tetap kedepankan prinsip kehati-hatian juga disiplin mengelola risiko dalam dinamika global yang penuh tantangan

Nasional52 Dilihat
banner 468x60

Trijayanews.id –  Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga kuartal I 2026. Pencapaian ini diraih di tengah ketidakpastian global dan kondisi geopolitik terutama perang di Timur Tengah yang mempengaruhi pergerakan harga minyak, meningkatkan inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara.

Secara domestik, BNI memandang bauran kebijakan baik moneter maupun fiskal menjadi buffer penting bagi perekonomian nasional.

banner 336x280

Dari sisi moneter, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) berada di level yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas. Selain itu, BI juga menerbitkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha di tengah tekanan global.

Sementara dari aspek kebijakan fiskal, pemerintah memberikan stimulus seperti bantuan sosial, subsidi energi serta dukungan bagi sektor usaha untuk melindungi daya beli masyarakat dan menopang konsumsi domestik sebagai motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi.

Selain dari sisi konsumtif, pemerintah juga fokus pada belanja produktif yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional. Industri perbankan tetap berada di posisi yang kuat dalam menjaga motor penggerak ekonomi nasional ke depannya.

Dalam menghadapi dinamika tersebut, BNI optimis mampu menunjukkan ketahanan fundamental solid yang dibangun selama bertahun-tahun. Hal ini tercermin dari kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat, kualitas aset yang tetap resilien diiringi oleh level pencadangan yang memadai untuk menjaga profil risiko tetap terjaga. Selain itu, BNI senantiasa tetap menerapkan langkah antisipatif dan kesigapan untuk memastikan BNI dapat melewati ketidakpastian kondisi global yang masih berlangsung ini.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.

Baca Juga :  BNI Tambah Alokasi Mudik Gratis 2025, Dua Kali Lipat Mudahkan Masyarakat ke Jawa dan Sumatera

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama.

Sebagai upaya untuk memperkuat pondasi permodalan, BNI mengambil langkah proaktif dengan melakukan penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026. Penguatan permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang.

Sejalan dengan strategi tersebut, BNI juga tengah menjalankan transformasi bisnis yang difokuskan pada wilayah, area, dan cabang, melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). Dengan semangat “empowerment”, transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas jaringan BNI hingga ke unit operasional terkecil, yaitu memberdayakan kantor cabang dan kantor cabang pembantu sebagai point of sale utama atas produk dan layanan perbankan.

Transformasi ini mulai dijalankan pada Q4 2025 dengan model implementasi kapabilitas yang dilakukan secara bertahap. Ditargetkan, dengan implementasi BRAVE pertumbuhan kredit dan CASA dapat tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan, kemudian diikuti peningkatan market share BNI di industri perbankan, dan berujung pada meningkatnya produktivitas cabang-cabang BNI yang saat ini berjumlah lebih dari 1.700 cabang di seluruh Indonesia.

Sekitar 6 bulan setelah inisiatif BRAVE dimulai, BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis yang melampaui rata-rata industri, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga. Hingga Maret 2026, tercatat kredit BNI tumbuh 20,1% secara year on year, ditopang oleh struktur pendanaan CASA yang semakin kuat dengan pertumbuhan 26,6% secara year on year, sehingga mampu menopang efisiensi biaya dana (cost of funds) di tengah kondisi dinamika pasar yang penuh tantangan.*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *