Minggu, Juli 14, 2024

CEO Networking 2023, BNI Dukung Sustainable Investment di Indonesia

TrijayaNews.id, Jakarta – Sebagai bank mitra dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam mendorong implementasi sustainable finance, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, proaktif meningkatkan sustainable portofolio, guna memperkuat stimulasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Institutional Banking BNI Muhammad Iqbal, saat mewakili Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam sharing session CEO Networking 2023, yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/11/2023).

Turut hadir Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta Para Direktur Utama dari Listed Company di BEI.

Iqbal memaparkan, sustainable finance BNI disalurkan untuk Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) hingga September 2023 tercatat mencapai Rp178,9 triliun atau 27% dari total portofolio kredit BNI.

Sustainable finance ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan segmen UMKM sebesar Rp118,3 triliun, pengelolaan bisnis ramah lingkungan dan sumber daya alam hayati sebesar Rp21,5 triliun, energi baru dan terbarukan sebesar Rp10,1 triliun, pembiayaan untuk pencegahan polusi sebesar Rp3,7 triliun, serta Sustainable Portfolio lainnya sebesar Rp25,3 triliun.

Di samping itu, BNI semakin proaktif memperkenalkan pembiayaan yang berkelanjutan (sustainability linked loan). Hingga September 2023, perseroan telah menyalurkan SSL sebesar Rp4,7 Triliun kepada para pelaku industri utama di berbagai sektor, seperti agroindustri, semen dan manufaktur baja.

Iqbal menyampaikan, sesuai dengan target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission tahun 2060, BNI juga berkomitmen untuk terus mendorong sustainable finance. Perseroan terus mendorong sosialisasi penerapan ESG serta menawarkan pricing yang menarik sebagai insentif bagi seluruh mitra BNI.

Baca Juga :   Kompetensi Pengawasan Koperasi akan Terus Ditingkatkan KemenkopUKM

“Sebagai institusi keuangan, kami ingin terus bergerak aktif dan responsif terhadap kebutuhan dan dapat beradaptasi dengan adanya perubahan dari tren ekonomi berkelanjutan ini. Kami ingin terus optimalisasi pendapatan dengan berkontribusi pada sosial masyarakat, serta secara aktif menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Iqbal melanjutkan Indonesia memiliki saat ini menghadapi dua situasi yaitu pertumbuhan ekonomi yang stabil di 5% dalam lima tahun ke depan dan persentase penduduk usia kerja yang berada pada tingkat 76,2%.

Agar terhindar dari middle income trap, pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita diharapkan mencapai US$14.000 sebelum 2045 melalui transisi ekonomi dari berbasis konsumsi menjadi berbasis investasi. Oleh karena itu, dia berpendapat arah kebijakan pada investasi berkelanjutan menjadi sesuatu yang amat penting untuk semakin diperkuat ke depannya.

Iqbal melanjutkan ada tiga bidang investasi yang memiliki potensi pertumbuhan besar di masa depan. Pertama, industri integrasi rantai pasok global mencakup sumber daya alam hilir, ekosistem kendaraan listrik, dan produk-produk berorientasi ekspor yang berbeda terutama produk otomotif, makanan dan minuman, dan elektronik.

Kedua, industri yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, antara lain sektor pertanian, usaha pariwisata, dan perdagangan jasa.

Ketiga, investasi yang mengedepankan ESG termasuk geothermal energy, ketahanan pangan dan sumber daya air, serta infrastruktur yang memperhatikan lingkungan serta transisi energi di Indonesia.

“Mengingat risiko lingkungan hidup dan perubahan iklim semakin menjadi sorotan, kami tentunya akan lebih berkonsentrasi pada sektor-sektor yang terkait dengan ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya. *

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Ketum Dekopin: Kalau Pemerintah Berikan TKDN 40 Persen Mestinya Koperasi Diberikan Tempat

  TrijayaNews.id, Jakarta - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Sri Untari Bisowarno, di antara sambutannya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), 12 Juli 2024...

HUT Ke-77 Koperasi, Dekopin Tekankan Modernisasi dan Kemandirian Koperasi

JAKARTA, TrijayaNews.id - Koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia yang memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan. Koperasi...

Dalam Rangkaian HUT Koperasi ke 77 Keberpihakan Pemerintah Terhadap Koperasi Masih Dipertanyakan

Trijaya.id, Jakarta - Keren tema peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 77, yakni “Koperasi Maju Indonesia Emas”. Ada makna luar biasa. Faktanya, koperasi menurut...

Meriah Peluncuran dan Pentas Apresiasi Buku Sepanjang Jalan Kenangan ke Palestina

Trijayanews.id, Purwokerto - Peluncuran dan pentas apresiasi buku berjudul Sepanjang Jalan Kenangan ke Palestina, bertempat di Lantai 2, Arpusda Kabupaten Banyumas, Jalan Jenderal Gatot...

Mahasiswa LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor Melalui “Pesta Edas”

Trijayanews.id - Mahasiswa/i semester 6 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta dari kelas PRDC25-1SP mengadakan acara “Pesta Edas” yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved