Rabu, Agustus 17, 2022

Penanganan Darurat Pascabencana Banjir dan Longsor Kota Sorong Masih Berlangsung

JAKARTA, TrijayaNews.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir dan longsor di beberapa wilayah kota Sorong Provinsi Papua Barat pada hari Kamis, pukul 18.00 WIT (16/7). Tak hanya itu, pasang air laut juga menyebabkan debit air Sungai Remu meluap dan merendam rumah warga.

Pemerintah Daerah Kota Sorong masih melakukan upaya penanganan darurat pascabencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga yang mengungsi, seperti kebutuhan dasar, alat pembersih rumah dan alokasi anggaran operasional penanganan darurat.

Jumlah warga terdampak masih dalam pendataan oleh BPBD setempat. Data terakhir per 19 Juli 2020, BPBD setempat mencatat korban meninggal dunia sebanyak 5 orang dan luka-luka 4 orang, sedangkan kerusakan rumah dan infrastruktur masih dalam proses pendataan.

Sementara itu, lokasi terdampak banjir di Kota Sorong berada di sembilan distrik, yakni Distrik Sorong Timur, Sorong Kota, Sorong Utara, Sorong Manoi, Sorong, Malaimsima, Klaurung, Maladumes dan Sorong Kepulauan. Sedangkan beberapa kelurahan terdampak longsor di tujuh tempat di Kelurahan  Klademak, Klakubik, Puncak Cendrawasih, Malamu, Doom Barat, Remu Selatan dan  Kofkerbu.

Beberapa rumah terdampak berada di bantaran sungai Remu dan lereng bukit sehingga sangat berisiko untuk terdampak bencana banjir dan longsor. Sementara ini, masyarakat terdampak mengungsi secara mandiri ke kediaman keluarga atau tetangga terdekat.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh BPBD Kota Sorong, SAR, TNI, Polri, SKPD terkait, dan masyarakat sekitar untuk menangani dampak bencana banjir dan longsor ini. Upaya penyelamatan dan evakuasi korban banjir pun telah dilakukan. Tidak hanya itu, BPBD Kota Sorong telah mendirikan tenda Posko bertempat di kantor Walikota Sorong dan menyalurkan bantuan dari PT. Pertamina ke masyarakat terdampak. BPBD Provinsi Papua Barat pun telah tiba ke lokasi untuk melakukan pendampingan.

Baca Juga :   Pertama Kali, Kepulauan Seribu Dapat Kiriman Sapi Kurban dari Presiden

Dalam proses penanganan, BNPB berkoordinasi dengan BPBD Kota Sorong untuk berdiskusi dan melakukan edukasi terkait penanganan darurat bencana, meninjau lokasi banjir dan longsor dan melakukan pendampingan pengaktivasian Posko PDB.

Sementara itu BNPB mendorong agar Pemda Kota Sorong untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor serta membentuk posko Penanganan Darurat Bencana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Bank Berkapasitas Global, Ini Strategi BNI

Jakarta, TrijayaNews.id - Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir mengakan, BNI memiliki DNA sebagai corporate banking yang aktif dan mendukung ekspansi nasabah korporasi hingga...

Kelembagaan Koperasi Nelayan terus Diperkuat KemenkopUKM

Indramayu, TrijayaNews.id - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) terus memperkuat kelembagaan koperasi nelayan, melalui program pendampingan hingga terbentuk ekosistem usaha perikanan yang sehat. Menurut Staf...

SMESCO Indonesia Gandeng PT Jaya Hotel Lestari Pulihkan Ekonomi Melalui Sektor Perhotelan

Tangerang, TrijayaNews.id – Direktur Bisnis SMESCO Indonesia Wientor Rah Mada menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur PT. Jaya Hotel Lestari atau Episode Hotel...

BNI Gandeng Indomaret untuk Perkuat Ekosistem Cashless

Jakarta, TrijayaNews.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus memperkuat ekosistem cashless society guna memaksimalkan potensi pemulihan ekonomi. Kali...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved