Sabtu, Mei 18, 2024

Pendukung Prabowo Gugat Batas Usia ke MK, Pengamat: Urgensi Sekelompok Orang

JAKARTA, TrijayaNews.id – Sejumlah pihak yang terafiliasi dengan gerakan koalisi pendukung bacapres Prabowo Subianto diketahui tengah melakukan uji materi untuk meminta usia minimal capres dan cawapres menjadi 35 tahun dari sebelumnya 40 tahun merujuk pada UU Pemilu Pasal 169 huruf q.

Pengamat komunikasi politik M. Lukman berpendapat gugatan tersebut merupakan pragmatic play. Mengingat perkara nomor 55/PUU-XXI/2023 yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dan Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa sebagai pemohon, keduanya adalah kader Partai Gerindra.

“Pragmatic play yang memuat tendensi politik praktis di tengah kian menyempitnya batas masa pendaftaran capres-cawapres pada 19-25 Oktober 2023. Melahirkan apa yang disebut pragmatism by purpose yaitu serangkaian strategi untuk mengkondisikan kebenaran atas kemanfaatan umum sehingga hasilnya mampu memberi keuntungan maksimal bagi kepentingan orang atau sekelompok orang,” ungkap M. Lukman melalui keterangan tertulisnya, Rabu 27 September 2023.

Tidak hanya berasal dari 2 kader Partai Gerindra, uji materi juga diajukan oleh Partai Garuda diwakili Ketua Umum Ahmad Ridha Sabana dan Sekjen Yohanna Murtika sebagai pemohon dengan nomor perkara 51/PUU-XXI/2023. Seperti diketahui bersama, Partai Garuda adalah pendatang baru yang juga tergabung dalam partai koalisi pendukung Prabowo Subianto.

M. Lukman dengan keras mengkritik uji materi-uji materi yang dilayangkan ini. Pasalnya menurut dosen Universitas Bhayangkara ini perlu diteliti dengan jeli dan cermat terkait urgensi di balik uji materi yang dilayangkan ke MK, mengingat ada faktor kemendesakan jika merujuk pada penetapan masa pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2024 dilaksanakan pada 19-25 Oktober 2023. Namun, kurang dari sebulan menjelang penutupan capres-cawapres, Mahkamah Konstitusi (MK) belum memutuskan kapan membacakan putusan gugatan usia capres-cawapres.

Baca Juga :   Sediakan Paket Telekomunikasi Bagi Perguruan Tinggi, Ditjen Dikti Kerjasama dengan Telkomsel

“Apakah urgensi yang dimaksud adalah ‘kemendesakan’ bagi segolongan saja atau memang benar-benar merupakan urgensi bagi segenap bangsa Indonesia. Semisal dalam konteks Pilpres, Mahkamah Konstitusi atau MK saat ini menjadi infrastruktur hukum yang compatible untuk memuluskan kepentingan orang atau sekelompok orang yang menghendaki uji materi atas Pasal 169 huruf q. UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” tegas M. Lukman.

Tidak hanya itu, ia pun menjelaskan bahwa jangan sampai seolah-olah para pihak yang berkepentingan dalam uji materi ini berselimut di balik kepentingan publik. Terlebih lagi dengan tenggat waktu yang sangat mendesak.

“Untuk menyamarkan kepentingan praktis dalam pragmatic play, maka asas kemaslahatan umum kerap ditempelkan sebagai ‘amunisi’ pembenarannya di hadapan publik. Senjata pamungkas pragmatism by purpose adalah dengan memprioritaskan ‘kemendesakan’ atau urgensi atas segala sesuatu, yang seolah-olah jika tidak terlaksana maka bisa berdampak merugikan, atau bahkan mematikan keberlangsungan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Berita Terkini

Siapa Pemilik Merek Polo Ralph Lauren yang Sebenarnya?

JAKARTA, TrijayaNews.id - Pemegang merek Polo Ralph Lauren, Mohindar H.B meluruskan dan memberikan klarifikasi persoalan sengketa kepemilikan merek dan hak cipta Polo Ralph Lauren...

Magnet Alumni Tebuireng Refleksi HBH & Temu Alumni Tebuireng

Oleh: (Santri Tebuireng & Pendiri Gerakan Nasional Generasi Indonesia Bersarung-GIB) Malam ini, Jum'at malam Sabtu, 3 Mei 2024. Di halaman Pesantren Tebuireng, kita...

EF Kids & Teens Indonesia Berikan Dampak Positif Terhadap Puluhan Ribu Pelajar Indonesia Melalui Pelatihan Guru Bahasa Inggris Di 6 Area Wisata Indonesia

Lombok Tengah, TrijayaNews.id - Sejak Juni 2023 hingga Februari 2024 EF Kids & Teens Indonesia telah melaksanakan 6 kali pelatihan secara offline dan 8...

Fakultas Komunikasi Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR adakan Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Kurikulum Guna “Mendukung Pencapaian Indonesia Emas 2045”

Trijayanews.id - Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR adakan Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Kurikulum Fakultas Komunikasi meliputi 2 (dua) Program Studi (Prodi) yang terdiri...

Strategi Kebijakan Hilirisasi Migas dan Minerba yang Efektif untuk Indonesia

JAKARTA, TrijayaNews.id - Kebijakan hilirisasi minyak dan gas (migas) serta mineral batubara (minerba) menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya alam. Selain...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved