Sabtu, Agustus 13, 2022

Pemerintah Gelar Pelatihan Kewirausahaan Pariwisata di Magelang

ekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang dan Pemerintah Kota Magelang, Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan pelatihan terpadu di wilayah pariwisata Borobudur, di Kota Magelang, Kamis (6/8). 

Magelang, TrijayaNews.id – Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang dan Pemerintah Kota Magelang, Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan pelatihan terpadu di wilayah pariwisata Borobudur, di Kota Magelang, Kamis (6/8).

Pasalnya, sektor pariwisata menjadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19, baik bagi pelaku ataupun pekerja yang bergerak di sektor pariwisata. Pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang banyak digeluti pelaku UMKM, khususnya usaha mikro dan kecil.

“Bagi Magelang, sektor pariwisata harus menjadi prioritas dalam pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Kualitas dan ekosistem usahanya harus terus diperkuat”, kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di hadapan ratusan orang peserta pelatihan.

Teten pun berharap para pelaku UMKM khususnya di sektor pariwisata, bergabung atau membentuk sebuah koperasi. Sehingga, koperasi dapat menjadi agregator bagi UMKM, dimana yang usaha kecil bisa naik kelas ke menengah.

“Kita perlu mengkonsolidasikan pelaku usaha atau petani yang kecil-kecil dalam wadah koperasi agar skala bisnisnya bisa meningkat,” ucap MenkopUKM.

Bagi Teten, membangun koperasi tidak bisa lagi melalui pendekatan doktrin seperti masa lalu. Melainkan harus menjadi sebuah pilihan nasional. “Koperasi sebagai sebuah entitas bisnis harus dijadikan sebuah pilihan yang juga menguntungkan,” tandas Teten.

Sebetulnya, lanjut Teten, program pengembangan kewirausahaan yang didominasi usaha kecil, mikro, dan ultra mikro, tidak perlu muluk-muluk. Mereka hanya butuh modal kerja yang mudah dan murah.

“Ke depan, saya berharap pelatihan semacam ini harus dengan pola inkubator yang terintegrasi antara inkubasi, edukasi, dan kurasi. Ujungnya, mampu menghubungkan ke akses pasar dan pembiayaan,” tukas Teten.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim menambahkan, dengan New Normal serta percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di wilayah pariwisata Borobudur dan Magelang sekitarnya, UMKM dapat bangkit dan optimis karena roda perekonomian kembali berputar.

Baca Juga :   Pemerintah Beri Kelonggaran Fasilitas Pemodalan bagi Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Terdampak Covid-19

Pada era new normal ini terbuka kesempatan bagi para pelaku UMKM yang menopang industri pariwisata untuk mendapatkan peluang bisnis.

“Karena, dengan banyaknya kunjungan wisatawan, maka pelaku UMKM dapat menjual produknya kembali. Misalnya, kuliner, kerajinan dan souvenir kepada wisatawan,” jelas Arif.

Menurut Arif, pelatihan di wilayah pariwisata merupakan langkah awal dari Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Materi pelatihan diantaranya pelatihan kewirausahaan, perkoperasian, homestay, e-commerce, vocational, hingga pengelolaan KSP dan KSPPS.

“Setelah Borobudur, kita juga akan menggelar pelatihan di Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo”, kata Arif.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina mengatakan, pihaknya terus mengembangkan koperasi dan UMKM sebagai elevator sebuah kemajuan bangsa. Beberapa program dan regulasi untuk mengakselerasi perekonomian daerah, diantaranya meningkatkan insfrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Salah satu bentuk kongkritnya adalah setiap Kamis kita memakai batik khas Magelang produk UMKM,” kata Windarti.

Selain itu, lanjut Windarti, Pemkot Magelang juga terus mengoptimalkan peran dunia usaha agar dapat mengembangkan potensi dan peluang yang ada. “Meski tak memiliki laut, namun perajin produk kerang dari Magelang mampu menembus pasar ekspor Korea Selatan”, ujar Windarti.

Terkait koperasi di Magelang, Windarti mengatakan bahwa terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Baik dari sisi aset, omset, hingga pembagian SHU. Bahkan, di tengah pandemi Covid-19, koperasi di Magelang masih tetap menjaga likuiditasnya dengan baik.

Baca Juga :   Pemerintah Beri Kelonggaran Fasilitas Pemodalan bagi Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Terdampak Covid-19

“Dengan menjaga kualitas koperasi di Magelang, otomatis kita mampu mempercepat pengembangan UMKM,” pungkas Windarti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Dari Beijing, Presiden dan Ibu Iriana Bertolak ke Tokyo

BEIJING, TrijayaNews.id – Setelah melakukan serangkaian pertemuan dengan Perdana Menteri Li Keqiang dan Presiden Xi Jinping di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Selasa sore,...

Saat Ibu Iriana Dijamu Minum Teh oleh Madam Peng Liyuan

BEIJING, TrijayaNews.id – Momen keakraban tampak saat Ibu Iriana Joko Widodo diterima oleh Madam Peng Liyuan istri Presiden Xi Jinping di Villa 15, Diaoyutai State...

Presiden Jokowi dan Presiden Xi Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi hingga Isu Kawasan dan Dunia

BEIJING, TrijayaNews.id - Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Selasa...

Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Li Keqiang

BEIJING, TrijayaNews.id - Mengawali agenda kunjungan kerjanya di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri RRT (Premier) Li...

KemenKopUKM Hadirkan 20 UKM Sebagai Official Merchandise G20 Indonesia

Jakarta, TrijayaNews.id - Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia 2022, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menghadirkan 20 UKM terpilih sebagai official merchandise G20...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved