Jumat, April 19, 2024

Perencanaan Keluarga Untuk Mencegah Stunting

Persoalan gagal tumbuh pada anak (stunting) menjadi tantangan dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas

Jakarta, TrijayaNews.id – Persoalan gagal tumbuh pada anak (stunting) menjadi tantangan dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, angka kasus stunting di Indonesia masih cukup tinggi, yakni 27,67 persen.

Muhadjir mengatakan, Presiden RI Joko Widodo menargetkan angka stunting pada 2024 turun hingga 14 persen. Oleh karena itu, kata dia, perlu langkah di luar kebiasaan atau extraordinary untuk mencapai target yang ambisius itu. Di antaranya yaitu menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mencegah stunting sebelum pernikahan terjadi.

“Saya sebagai Menko PMK melihat posisi dari BKKBN sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap masalah perencanaan keluarga itu menjadi salah satu lembaga yang bisa diperankan sebagai backbone sebagai tulang punggung dalam upaya kita menangani stunting ini,” jelas Menko PMK usai berdiskusi dengan Kepala BKKBN via zoom, pada Selasa sore (25/8).

Baca Juga :   Kemenparekraf Dukung Pembatasan Kunjungan ke Desa Suku Baduy

Menko PMK menyampaikan, perencanaan keluarga sangat berperan penting untuk mengurangi angka stunting, termasuk perencanaan keluarga baru atau perencanaan calon pengantin. Karenanya program perencanaan keluarga akan direvitalisasi dan digalakkan.

Menyambung Menko PMK, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, ada beberapa program yang akan dilakukan untuk mencegah stunting, yaitu: program perencanaan kehamilan untuk menjaga jarak kehamilan yang juga menentukan kualitas anak, dan perencanaan pra nikah.

Mengenai perencanaan pra nikah, Hasto mengatakan, akan ada edukasi tentang kesehatan reproduksi yang baik dan mempersiapkan kehamilan yang sehat. Pendekatan tersebut perlu dilakukan sejak dini, termasuk persiapan psikologi dan ekonomi.

“Oleh karena itu nasehat pak menteri untuk kita berikan persiapan pengantin kemudian memberikan pra nikah ini jadi penting sekali. Kami akan bekerja di situ, di hulu memberi konseling pra nikah mencegah terjadinya stunting membei pemahaman tentang kesehatan reproduksi,” pungkas Hasto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Strategi Kebijakan Hilirisasi Migas dan Minerba yang Efektif untuk Indonesia

JAKARTA, TrijayaNews.id - Kebijakan hilirisasi minyak dan gas (migas) serta mineral batubara (minerba) menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya alam. Selain...

Komunitas Rumah Bunga Matahari Rumah Harapan Rayakan Indahnya Ramadhan bersama teman-teman Disabilitas

Trijayanews.id - Dalam rangka merayakan indahnya bulan suci Ramadhan, hari Minggu 24 Maret 2024 Bunga Matahari Rumah Harapan mengadakan acara buka puasa bersama teman-teman...

Bank DKI Ambil Bagian dalam Program SERAMBI Bank Indonesia 2024

Direktur Teknologi dan Operasional, merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono (baris pertama, memegang bendera), disaksikan Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank...

Ciptakan Nuansa Baru di Bulan Ramadhan

Jakarta, TrijayaNews.id– Memilih furnitur dan mendekorasi ulang ruangan di rumah bisa menjadi aktivitas seru dan menyenangkan di bulan Ramadhan, terlebih untuk mengisi waktu sambil...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved