Sabtu, Agustus 13, 2022

Kejutan dari Menteri Edhy untuk Penjaga Laut Pemberani

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan penghargaan kepada nakhoda Kapal Pengawas Orca 3 dan Hiu 11, Capt. Muhammad Ma'ruf dan Mohammad Slamet, yang berhasil menangkap dua kapal Vietnam pencuri ikan di Natuna Utara.

PONTIANAK, TrijayaNews.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan penghargaan kepada nakhoda Kapal Pengawas Orca 3 dan Hiu 11, Capt. Muhammad Ma’ruf dan Mohammad Slamet, yang berhasil menangkap dua kapal Vietnam pencuri ikan di Natuna Utara.

Edhy bahkan memberikan hadiah kejutan kepada dua awak kapal pemberani yang melompat ke kapal untuk melumpuhkan para pencuri ikan, Muhammad Nur Afliq dan Riko Putra, sesaat sebelum meninggalkan Stasiun PSDKP Pontianak, sebelum bertolak ke Jakarta.

“Ini tolong dibagi dua ya,” ujar Menteri Edhy sambil memberikan paket berbalut plastik hitam kepada Riko, lalu beranjak menuju kapal. Menteri Edhy meninggalkan Stasiun PSDKP menggunakan speedboat menuju dermaga Kartika Pontianak.

Menyoal apresiasi yang diberikan Menteri Edhy kepada awak kapal pengawas, Riko dan Afliq mengaku penghargaan itu bukan menjadi tujuan mereka. Sebab menjaga setiap jengkal laut dari tangan-tangan pelaku illegal fishing merupakan tugas dan kewajiban yang sudah melekat di pundaknya.

Perihal risiko yang kerap dihadapi awak kapal pengawas saat melakukan pengejaran dan penangkapan kapal pencuri ikan, menurut Afliq, hal tersebut sudah diperhitungkan secara matang. Seperti saat dia dan Riko yang terpaksa melompat ke kapal Vietnam untuk melumpuhkan para pelaku.

“Itu SOP-nya memang seperti itu. Kita mengikuti arahan dari komandan. Jadi untuk kita selamat kita harus saling koordinasi. Itu saja,” beber Afliq.

Kendati demikian, dia tidak menampik jika ada pihak-pihak yang menyebut awak kapal pengawas terkadang bersikap nekat saat melumpuhkan kapal pencuri ikan di tengah lautan.

“Kalau disebut nekat karena memanng ada peluang dan komando sudah ada. Kita mengikuti arahan dari komandan,” tegasnya.

Seperti terjadi saat penyergapan kapal Vietnam di perairan Natuna Utara oleh kapal Hiu 11, kata Afliq, pihaknya telah melakukan kejar-kejaran selama sekitar dua jam. Tim juga telah mengikuti prosedur tetap seperti tembakan peringatan ke udara, tetapi kapal asing tetap bermanuver.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah : Lawan Corona Harus Berbasis Ilmu Pengetahuan, Data dan Melibatkan Pakar

“Lalu instruksi dari komandan, kita harus mengatur strategi lagi. Makanya kita melompat itu untuk bisa melumpuhkan mereka yang lari. Kita juga beberapa kali melempar tali untuk mengejar merka tapi tidak berhasil. Makanya keputusan terakhir kita sergap dan lompat ke kapal,” Riko menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Saat Ibu Iriana Dijamu Minum Teh oleh Madam Peng Liyuan

BEIJING, TrijayaNews.id – Momen keakraban tampak saat Ibu Iriana Joko Widodo diterima oleh Madam Peng Liyuan istri Presiden Xi Jinping di Villa 15, Diaoyutai State...

Presiden Jokowi dan Presiden Xi Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi hingga Isu Kawasan dan Dunia

BEIJING, TrijayaNews.id - Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Selasa...

Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Li Keqiang

BEIJING, TrijayaNews.id - Mengawali agenda kunjungan kerjanya di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri RRT (Premier) Li...

KemenKopUKM Hadirkan 20 UKM Sebagai Official Merchandise G20 Indonesia

Jakarta, TrijayaNews.id - Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia 2022, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menghadirkan 20 UKM terpilih sebagai official merchandise G20...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved