Minggu, Juli 3, 2022

Bendung Ancaman Radikalisme dan Intoleransi, BNPT-Kemensos Dirikan Warung NKRI

Pendirian “Warung NKRI” untuk meneguhkan kembali cita-cita luhur para pendiri bangsa yang memegang teguh nilai kebhinekaan

BEKASI, TrijayaNews.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengapresiasi gagasan pendirian “Warung NKRI” yang mengambil tempat di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Balai Tan Miyat Bekasi. Melalui “Warung NKRI”, Mensos berharap upaya melindungi masyarakat dari paham radikal dan intoleran, dapat terus diperkuat.

Hari ini, Kemensos bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meluncurkan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI. Kepala BNPT Letjen Pol. Boy Rafli Amar menyatakan apresiasi atas kerja sama semua pihak, termasuk dukungan kuat Kemensos mewujudkan “Warung NKRI”.

Sejalan dengan arahan Mensos, Boy Rafli menyatakan, kemajuan teknologi informasi tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, tapi juga menjadi ancaman karena menjadi wahana bagi penyebaran ideologi radikal. Boy Rafli menyatakan ucapan terima kasih kepada Ibu Menteri Sosial yang telah berkenan mempercayakan tempat ini sebagai lokasi berdirinya “Warung NKRI”.

“Dengan istilah warung identik dengan tempat dimana masyarakat biasa berkumpul dan berdiskusi. Tokoh masyarakat, kaum intelektual di Bekasi dan sekitarnya bisa memperkuat nilai luhur bangsa yang menjaga keberagaman di warung ini. Di sini bisa menjadi ajang obrolan santai mempertajam dan meneguhkan sikap kebangsaan,” kata Boy dalam sambutannya saat peluncuran “Warung NKRI” (16/08).

Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat yang hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut menyatakan, gagasan mendirikan “Warung NKRI” tidak gampang, termasuk mencari akronim “Warung NKRI”. “Istilah warung indentik maknanya dengan menggunakan instrumen ketahanan rakyat yang familiar. Warung digunakan sebagai sarana bagi rakyat untuk berdiskusi, menjalin konsensus, dan membuka wawasan,” katanya.

Harry menyatakan, gagasan “Warung NKRI” yang bertempat di SKA Bekasi, sejalan dengan upaya pemerintah menanggulangi tumbuhnya radikalisme. SKA digagas oleh Mensos dengan melihat kenyataan bahwa masih banyak masyarakat dalam status prasejahtera.

Baca Juga :   Kinerja Peringkat 1, Realisasi Anggaran Kemensos Capai 86,74%

“Mereka ada di kolong jembatan, rumah kumuh dan pinggir kali. Dalam keseharian mereka seringkali menggelandang, menjadi pemulung, dan tinggal di gerobak. Semua ini nyata dan masih kita lihat. Mereka yang membuka usaha di sini adalah kelompok marjinal yang dijemput Mensos untuk mendapatkan rehabilitasi sosial, psikologis dan juga kewirausahaan,” katanya.

Berdasarkan perspektif Kemensos, katanya, kemiskinan merupakan menempatkan seseorang rawan terpapar paham intoleran dan radikal, meskipun kemiskinan bukan satu-satunya faktor. SKA didirikan untuk mengubah pemahaman bahwa balai di Kemensos tidak hanya untuk mengubah sikap dan perilaku penerima manfaat.

“Ibu Mensos menekankan kepada kami, agar balai juga menjadi wadah untuk memastikan penerima manfaat dapat hidup sejahtera secara mandiri dengan membina kesehatan mental, jasmani dan rohani mereka. Pendirian SKA merupakan bagian dari upaya memberikan kehidupan yang lebih baik kepada penerima manfaat secara menyeluruh,” katanya.

Berita Terkini

Berbagai Inovasi Layanan Hadir Permudah Peserta JKN-KIS

Jakarta, TrijayaNews.id - Kemudahan dalam mengakses layanan menjadi salah satu fokus BPJS Kesehatan demi tingkatkan kepuasan peserta. Hal ini diwujudkan BPJS Kesehatan yang hingga...

Presiden Jokowi: Terus Kawal Realisasi Belanja Produk Dalam Negeri

JAKARTA, TrijayaNews.id - Presiden Joko Widodo menginstruksikan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk terus mengawal realisasi komitmen...

Menko PMK: Kemiskinan Ekstrem Ibarat Kerak Nasi, Butuh Daya Ungkit Lebih Keras Untuk Mengatasinya

JAKARTA, TrijayaNews.id - Kemiskinan ekstrem masih jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menuju Indonesia Maju. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat...

MenKopUKM: Redesain Model Bisnis Ekonomi Digital untuk Lindungi UMKM dan Konsumen

Jakarta, TrijayaNews.id - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan redesain model bisnis ekonomi digital di Indonesia bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri, termasuk...

BPKP Akan Kawal Aksi Afirmasi Penggunaan Produk Dalam Negeri

Jakarta, TrijayaNews.id – Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh memastikan siap mengawal aksi afirmasi Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN). Hal ini...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved