Senin, Juni 17, 2024

Mensos Ajak Dunia Usaha Berkontribusi Percepat Pemberdayaan KAT

JAKARTA – Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengapresiasi sektor swasta yang sudah berkontribusi terhadap penguatan dan pengembangan program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Keterlibatan masyarakat termasuk sektor dunia usaha penting karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

“Masalah sosial ini kan terus berkembang ya. Pemerintah juga memiliki keterbatasan, terutama dari aspek anggaran. Oleh karena itu, peran serta masyarakat penting termasuk dari dunia usaha dengan program tanggung jawab sosialnya,” kata Mensos Juliari dalam sambutannya pada kegiatan Pertemuan Tim Pakar dan Pokja Pemberdayaan KAT di Jakarta (26/08).

Mensos Juliari mengatakan, dari tahun ke tahun, Kemensos memperkuat dan meningkatkan program Pemberdayaan KAT dengan pemberian layanan sosial dasar berupa pembangunan pemukiman, bantuan jaminan hidup, penataan lingkungan dan penguatan keserasian sosial. Namun, program ini belum mencukupi pemenuhan kebutuhan bagi warga KAT.

Selain karena anggaran juga untuk pemenuhan kebutuhan dasar meliputi jangkauan layanan populasi dan wilayah yang luas. “Jumlah KAT yang terdata di kami sekarang 150.222 Kepala Keluarga (KK). Ini tentunya membutuhkan sinergi antara pihak pemerintah dan juga dunia usaha—untuk sinergi program yang sifatnya jangka panjang seperti infrastruktur, sekolah, fasilitas air bersih, infrastruktur pertanian,” katanya.

Secara umum, persoalan warga KAT membutuhkan sinergitas dengan _stakeholder_  yang luas, baik itu pemerintah daerah, swasta, lembaga kesejahteraan sosial ataupun dunia pendidikan. “Mari dunia usaha agar berpartisipasi lebih luas dalam program Pemberdayaan KAT. Kemensos tidak menerima bantuan langsung, tetapi dipersilakan bagi dunia usaha untuk melaksanakan dengan caranya sendiri,” katanya.

Selain itu, salah satu kendala yang dihadapi warga KAT adalah belum masuk dalam sistem administrasi pencatatan sipil warga negara ( _unregistred_ ). “Akibatnya banyak warga KAT yang tidak  mendapatkan akses dan terintegrasi dalam pembangunan, karena warga KAT tidak masuk data penduduk wilayah tersebut,” katanya.

Baca Juga :   Bawaslu Jajaki Kerja Sama dengan Kemensos Libatkan Pendamping Sosial Untuk Pengawasan Pemilu

Dengan data kependudukan, menjadi dasar penentuan kebijakan pembangunan yang tepat. Dari data kependudukan ini akan diketahui kebutuhan sekarang maupun yang akan datang, pemecahaan masalah secara efektif dan efisien serta cepat.

“Pengalokasi bantuan sosial seperti Bantuan Sosial Tunai, Program Keluarga Harapan, Program Indonesia Pintar dan penentuan prioritas pembangunan infrastruktur sepenuhnya berdasarkan pada data kependudukan,” Mensos menambahkan.

Permasalahan data kependudukan bukan menjadi tanggung jawab satu instansi saja, baik secara vertikal maupun horisontal. Perlu dibuat komitmen bersama dari lembaga yang memberdayakan KAT dan lembaga yang membidangi administrasi kependudukan.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto menyatakan, kegiatan pertemuan Tim Pakar terbatas untuk anggota Tim Pakar yang dipilih dan dikukuhkan melalui SK Menteri Sosial serta dibatasi pula pada tema-tema aktual yang terkait dengan kepentingan terbaik KAT.

“Di luar mekanisme program/ kegiatan yang sudah terencana, perlu ada strategi lain yang dapat men- _triger_ proses pemberdayaan KAT. Dengan keterbatasan yang dimiliki, serta potensi yang terkandung di dalamnya, KAT adalah fenomena, unik dan berkarakter beda dibanding penyandang masalah kesejahteraan sosial pada umumnya,” kata Edi.

Pertemuan Tim Pakar Pemberdayaan KAT dimaksudkan sebagai wadah, media atau wahana untuk mengembangkan konsep dan metodologi dalam pemberdayaan KAT di luar program/kegiatan yang sudah ada.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Juliari menerima secara simbolik donasi dari pelanggan Indomaret melalui Program Peduli Indomaret-Komunitas Adat Terpencil (KAT) periode 1 Maret – 31 Mei 2020 sebesar Rp5.068.124.297.

Baca Juga :   Kirim Tim LDP Dan Bansos, Kemensos Dampingi Korban Bencana Alam di Cibokor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Mahasiswa LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor Melalui “Pesta Edas”

Trijayanews.id - Mahasiswa/i semester 6 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta dari kelas PRDC25-1SP mengadakan acara “Pesta Edas” yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya...

Sugeng Teguh Santoso: Meski Kejagung RI Membantah, KSST Tetap Meyakini Terjadi Dugaan Korupsi Dalam Lelang Saham PT. GBU yang Merugikan Negara Sedikitnya Sebesar Rp....

JAKARTA, TrijayaNews.id -- Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Tambang (KSST) tidak mempermasalahkan bantahan Kapuspenkum Kejagung, yang mendalilkan pelaporan terhadap Jampidsus keliru. “Kami memiliki bukti dan alasan...

Penelitian Manfaat Ikan Gabus Tembus Scientific Reports, Angka Stunting Sergai Turun 7 Persen

MEDAN, TrijayaNews.id – Penelitian Manfaat Ikan Gabus untuk mencegah stunting yang dilakukan oleh Bioinformatics & Data Science Research Center (BDSRC), Universitas Bina Nusantara (Binus)...

Keluarga Sultan Deli Bantah Nurhayati Turunan Sultan

Serdang Begadai, TrijayaNews.id - Konflik antara Nurhayati dengan masyarakat Dusun IV Desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara yang sudah menduduki tanah...

Sentra Terpadu Inten Soeweno Bantu Korban Banjir di Tanah Datar

PADANG, TrijayaNews.id - Kementerian Sosial melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) dan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBSNA),...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved