Pertemuan Lanjutan Pelatihan Just Transition pada Sektor Energi: Menerapkan Panduan Praktik Kembali Dilaksanakan Secara Online

Peserta pelatihan yang diinisiasi oleh IndustriALL berkolaborasi dengan FES pertengahan bulan Oktober 2024 di Kota Quezon, Filipina kembali dikumpulkan melalui pertemuan daring untuk berbagi informasi terkini dari serikat pekerja dan masing-masing negara peserta khususnya mengenai perkembangan di sektor energi dan Transisi yang Adil.

Uncategorized38 Dilihat
banner 468x60

Trijayanews.id – Peserta pelatihan yang diinisiasi oleh IndustriALL berkolaborasi dengan FES pertengahan bulan Oktober 2024 di Kota Quezon, Filipina kembali dikumpulkan melalui pertemuan daring untuk berbagi informasi terkini dari serikat pekerja dan masing-masing negara peserta khususnya mengenai perkembangan di sektor energi dan Transisi yang Adil.
Turut hadir Ramon Certeza, Sekretaris Regional Asia Tenggara IndustriALL Global Union sebagai host, dan Diana Junquera, Direktur, Sektor Energi, IndustriALL Global Union.

banner 336x280

Tujuan dari pertemuan lanjutan ini adalah untuk:
1. Melacak kemajuan rencana Transisi yang Adil di negara peserta yang diuraikan selama pelatihan berlangsung.
2. Berbagi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menerapkan rencana tersebut.
3. Dan mendiskusikan bagaimana Panduan Praktik telah mendukung upaya masing-masing pesertas dalam memajukan Transisi yang Adil di program serikat perkerja atopun negaranya.
4. Dan menetapkan langkah selanjutnya proyek Freidrich Ebert Stiftung (FES).

Dan laporan delegasi Indonesia khususnya FSP KEP-KSPI; Bapak Bambang Surjono selaku Ketua Bidang dan Ibu Rizka Septiana selaku Koordinator Bidang Pendidikan & Pelatihan DPP FSP KEP – KSPI; Negara Indonesia secara aktif berupaya menerapkan Transisi yang Adil di sektor energinya, namun kemajuannya masih dalam tahap awal. Negara ini telah berkomitmen untuk beralih dari batubara menuju energi terbarukan, terutama dengan dukungan internasional, namun harus diakui masih adanya tantangan yang signifikan. Namun hal ini tidak membuat FSP KEP-KSPI berhenti untuk terus melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait Just Transition kepada anggotanya yang berada diberbagai daerah kepulauan pelosok.

Baca Juga :  Renault Kwid Varian Terbaru Dibanderol Hanya Rp82 Juta

Di negara Indonesia, peran Serikat Pekerja sangat penting untuk pelaksanaan rencana Transisi yang Adil di sektor energi, tetapi pengaruh Serikat Pekerja masih belum optimal karena sering kali tidak diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan terkaitnya. Meskipun serikat pekerja mendukung kebijakan yang adil dan perlindungan pekerjaan, dampaknya terhadap rencana transisi nasional masih dikembangkan. Dengan kata lain pengaruh Serikat Pekerja masih terbatas dalam atau terlibat dalam pembuatan kebijakan.

Ada beberapa tantangan sehingga perlu dijadikan perhatian lebih FSP KEP-KSPI melaksanakan kegiatan edukasi ataupun sosialisasi:
1. Perlindungan sosial yang lemah untuk pekerja
2. Pertahanan dari industri batu bara & birokrasi pemerintah
3. Dampak regional yang tidak merata
4. Kurangnya kesadaran & organisasi di antara para pekerja

Pada pelatihan yang dilaksanakan di Quezon City, delegasi Indonesia berbagi proyeksi FSP KEP-KSPI yang sudah menjadi program kerja Dewan Pengurus Pusat FSP KEP-KSPI yaitu:
– Terus aktif diskusi tripartit yang sedang berlangsung mengenai usulan transisi yang adil dan perubahan iklim.
– FSP KEP-KSPI akan selalu bekerja sama dan bermitra dengan kementerian
ketenagakerjaan, dalam hal ini Serikat Pekerja dapat mengusulkan tripartit dan hal ini perlu dibahas
dengan kementerian karena masih belum ada keseimbangan.
– Melaksanakan program sosialisasi transisi yang adil di Kalimantan Timur
dan Sumatera Selatan dari tahun 2023-2025 hal ini bertujuan untuk memasukkan klausul terkait Transisi yang Adil dalam empat PKB pada tahun 2025.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *