Rabu, Desember 2, 2020

Kenali Gejala Dini Skoliosis pada Anak

Posisi duduk yang keliru ternyata dapat mengganggu perkembangan tulang belakang anak. Salah satunya akan berisiko skoliosis. Jika tidak segera ditangani, hal itu akan mempengaruhi postur tubuh hingga mengalami gangguan jantung.

BOGOR, TrijayaNews.id – Posisi duduk yang keliru ternyata dapat mengganggu perkembangan tulang belakang anak. Salah satunya akan berisiko skoliosis. Jika tidak segera ditangani, hal itu akan mempengaruhi postur tubuh hingga mengalami gangguan jantung.

Dokter spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals Bogor, dr Peterson S SpOT(K) menjelaskan, skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung, seperti huruf C atau S. Skoliosis lebih sering ditemukan pada anak-anak sebelum masa pubertas, yaitu sekitar usia 10-15 tahun. Skoliosis yang terjadi biasanya ringan, namun dapat berkembang menjadi lebih parah seiring pertambahan usia, khususnya pada wanita.

“Bila skoliosis menjadi parah, bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan jantung, paru-paru, atau kelemahan pada tungkai,” disela Bincang sehat bersama Sekolah Dian Harapan Daan Mogot, Jakarta Barat dengan dokter spesialis Ortopedi Siloam Hospitals Bogor, Jumat (2/10/2020).

Lebih lanjut, dr Peterson mengatakan, cara mengetahui anak mengalami gejala dini Skoliosis adalah dengan menempatkan anak di ruangan yang luas dan sepi dengan lepas baju dan celana, jaga privasi anak dari pandangan orang lain.

Setelah itu, minta anak berdiri tegak dan posisi orangtua di belakang punggung anak lalu di depan anak. Kemudian anak diminta membungkuk. Hal itu dilakukan dengan penilaian tentang kesejajaran bahu kedua sisi, kesejajaran tonjolan tulang belikat, kesejajaran lipatan pinggang, kesejajaran kedua siku, kesejajaran pinggul.

“Jika melihat adanya tanda tanda asimetris (ketidakseimbangan komposisi) dalam pemeriksaan orangtua, setidaknya ada tiga tanda pada bahu, pada punggung dan tulang pinggul,” ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Rehabilitasi Medis di Siloam Hospitals Bogor dr Nur Indah Lestari SpKFR menambahkan, adapun klasifikasi skoliosis terbagi menjadi empat, yaitu Infantile (0-2 tahun), Juvenile (3-9 tahun), Adolescent (10-17 tahun), Adult (18 tahun+).

“Faktor risiko skoliosis adalah jenis kelamin dan lebih dominan terjadi pada anak perempuan. Hal itu diduga karena faktor gen dan keturunan. Tahap pertumbuhan tulang, lokasi kurva, defek jaringan ikat, rotasi tulang belakang, dan riwayat keluarga,” jelasnya.

Menurut dr Nur, adanya penanganan skoliosis sejak dini bermanfaat pada peningkatan kualitas hidup, estetika, menghindari nyeri punggung, dan fungsi pernafasan tidak terganggu jika bertambah dewasa.

“Sedangkan tujuan pengobatan/pemulihan (exercise) adalah untuk memperbaiki ketidak seimbangan otot, meningkatkan kekuatan otot, mengurangi nyeri, memperbaiki kontrol postur, dan memperbaiki fungsi respirasi, serta meningkatkan fleksibilitas,” tutupnya.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terkini

BPKP Dorong Pimpinan APIP Profesional Nahkodai Pencegahan Korupsi

JAKARTA, TrijayaNews.id – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) konsisten untuk terus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi pimpinan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), utamanya dalam...

Rianto Andika, Anak Kampung dari Melawi Kini Tembus Istana Negara

JAKARTA, TrijayaNews.id - Rinto Andika, Putra asal Poring, dari Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat, kini menjadi kebanggaan warga Melawi, Kalimantan Barat. Pasalnya, setelah melalui...

Festival UMB ke-13, Komitmen UMB Tingkatkan Kualitas Generasi Muda

JAKARTA, TrijayaNews.id – Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, Universitas Mercu Buana (UMB) terus berkomitmen meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia melalui pendidikan. Komitmen tersebut ditunjukkan...

Memperingati Hari Anak Sedunia, Suntory Garuda Beverage Memperkenalkan Mizuiku Squad

Jakarta, Indonesia, 20 November 2020 – Memperingati hari anak sedunia, Suntory Garuda Beverage (SGB) memberikan apresiasi kepada lebih dari 200 anak-anak dari 18 Sekolah...

Seorang Nenek Inginkan Keadilan Pada Kasus Dugaan Penipuan PT Indosurya Inti Finance

JAKARTA, TrijayaNews.id - Seorang perempuan lanjut usia yakni Tuty Suryani, berusia 80 tahun dan putrinya Tien Budiman mengharapkan adanya keadilan. Sebab, dirinya sebagai debitur...
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved