Senin, Juni 17, 2024

Ekonomi China 2020 Diprediksi Tumbuh 2,2 Persen

Meski tertekan, ekonomi Negeri Tirai Bambu itu diperkirakan akan pulih di sisa tahun ini karena didorong oleh agresivitas pemerintah dalam menggelontorkan stimulus ekonomi.

BEIJING, TrijayaNews.id – Pandemi Covid-19 memberikan pukulan besar pada ekonomi global. Sejumlah negara seperti Singapura dan Korea Selatan sudah masuk resesi setelah perekonomian tumbuh negatif dua kuartal beruntun.

Kondisi tersebut tampaknya tidak akan terjadi pada China. Meski tertekan, ekonomi Negeri Tirai Bambu itu diperkirakan akan pulih di sisa tahun ini karena didorong oleh agresivitas pemerintah dalam menggelontorkan stimulus ekonomi.

Hasil jajak pendapat Reuters, yang dikutip Sabtu (25/7/2020), ekonomi terbesar kedua di dunia itu diperkirakan tumbuh 2,2 persen pada 2020, melambat dibandingkan 2019 yang tumbuh 6,1 persen. Angka itu merupakan median dari 42 ekonom yang disurvei. Prediksi tersebut lebih tinggi 1,8 persen dibandingkan jajak pendapat terakhir yang digelar April lalu.

Pada kuartal II-2020, ekonomi China tumbuh 3,2 persen usai negatif 6,8 persen pada kuartal I-2020 akibat pandemi. Analis memperingatkan keberlanjutan rebound sangat tergantung pada investasi meskipun konsumsi akan tetap lemah.

Menurut data resmi negara, Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (Disposable Income) per kapita China turun 1,3 persen pada semester I-2020. Sektor manufaktur dan konstruksi pulih dengan cepat, namun sektor jasa masih tertinggal.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut MotoGP 2022

Ekspor terlihat mulai membaik, sebagian besar disebabkan oleh permintaan besar-besaran untuk peralatan medis oleh berbagai negara di belahan dunia.

“Namun kami masih melihat ketidakpastian pertumbuhan di waktu mendatang, seiring pelonggaran kebijakan lockdown yang tidak merata di negara lain, ini bisa saja menjadi kebijakan yang kurang menguntungkan,” ujar Analis Bank of America Merrill Lynch.

Membaiknya perekonomian, membuat Bank Sentral China (PBOC) menilai tak ada lagi kebutuhan mendesak untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Analis memperkirakan, China akan menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 10 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen pada akhir 2020. Sejak Agustus lalu, PBOC telah memotong suku bunga acuan sebesar 46 bps.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Mahasiswa LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor Melalui “Pesta Edas”

Trijayanews.id - Mahasiswa/i semester 6 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta dari kelas PRDC25-1SP mengadakan acara “Pesta Edas” yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya...
Baca Juga :   Jemaah Haji Tawaf dengan Physical Distancing, Jaga Jarak hingga 2 Meter

Sugeng Teguh Santoso: Meski Kejagung RI Membantah, KSST Tetap Meyakini Terjadi Dugaan Korupsi Dalam Lelang Saham PT. GBU yang Merugikan Negara Sedikitnya Sebesar Rp....

JAKARTA, TrijayaNews.id -- Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Tambang (KSST) tidak mempermasalahkan bantahan Kapuspenkum Kejagung, yang mendalilkan pelaporan terhadap Jampidsus keliru. “Kami memiliki bukti dan alasan...

Penelitian Manfaat Ikan Gabus Tembus Scientific Reports, Angka Stunting Sergai Turun 7 Persen

MEDAN, TrijayaNews.id – Penelitian Manfaat Ikan Gabus untuk mencegah stunting yang dilakukan oleh Bioinformatics & Data Science Research Center (BDSRC), Universitas Bina Nusantara (Binus)...

Keluarga Sultan Deli Bantah Nurhayati Turunan Sultan

Serdang Begadai, TrijayaNews.id - Konflik antara Nurhayati dengan masyarakat Dusun IV Desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara yang sudah menduduki tanah...

Sentra Terpadu Inten Soeweno Bantu Korban Banjir di Tanah Datar

PADANG, TrijayaNews.id - Kementerian Sosial melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) dan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBSNA),...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved