Rabu, Maret 3, 2021

Kemenkes dan BPKP Sepakati Harga Tertinggi Rapit Test Antigen Swab

JAKARTA, TrijayaNews.id – Guna merespons keluhan masyarakat yang menganggap harga rapit test antigen swab berbeda-beda di tiap rumah sakit. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akhirnya menetapkan batas harga tertinggi Rapit Test Antigen Swab sebesar Rp 250 ribu untuk di Pulau Jawa dan Rp 275 di luar Pulau Jawa.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan, penetapan tarif tertinggi itu telah disepakati Kemenkes bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kemenkes dan BPKP menghitung sejumlah komponen untuk menentukan harga tertinggi, di antaranya pelayanan jasa, bahan, dan biaya administrasi.

“Swab antigen dipercaya memiliki hasil yang lebih akurat daripada rapid test antibodi. Menurut kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19 selama libur panjang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya dalam konfrensi pers bersama Kemenkes dan BPKP di Aula Gandhi, Kantor BPKP, Jakarta Timur, Jumat (18/12).

Azhar menerangkan, Rapit Test Antigen Swab merupakan tes cepat untuk mendeteksi keberadaan antigen virus SARS-CoV-2 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.

Tes ini paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi karena sebelum antibodi seseorang muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen untuk mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan Faisal mengatakan, penetapan harga Rapit Tes Antigen Swab tersebut telah disepakati pihaknya bersama dengan Kemenkes.

Selain itu, dia mengatakan, BPKP selaku lembaga audit internal negara akan melakukan pengawasan dan kontrol terhadap seluruh kegiatan yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Dalam melaksanakan pengawasan tersebut kami memperoleh informasi termasuk pelaksanaan Rapit Tes Antigen Swab ini karena itu sesuai dengan tugas yang sudah diamanahkan kepada BPKP. Kami akan melakukan pengawasan terhadap harga Rapit Test Antigen Swab,” ucapnya.

Seperti diketahuhi, penerapan kebijakan wajib rapid tes antigen atau PCR dilakukan di Jawa dan Bali selama periode Natal dan Tahun Baru yaitu 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

JAKARTA, TrijayaNews.id - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) siap mengawal akuntabiltas dan transparansi program pemulihan ekonomi nasional sektor pariwisata yang digagas oleh Kementerian...

Presiden Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang Terdampak Gempa

JAKARTA, TrijayaNews.id - Usai mendarat di Bandar Udara Tampa Padang, Kabupaten Mamuju, Selasa, 19 Januari 2021, sekitar pukul 10.39 WITA, Presiden Joko Widodo langsung menuju...

Tak Patuhi Aturan, HMI Sultra Laporkan Sejumlah Perusahaan Tambang ke Polisi

JAKARTA, TrijayaNews.id - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Tenggara, melaporkan sejumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Sulawesi Tenggara. Ketua Umum BADKO HMI...

Presiden Jokowi Instruksikan Percepatan Pencarian Korban dan Kotak Hitam Sriwijaya SJ182

JAKARTA, TrijayaNews.id - Presiden Joko Widodo pada Selasa siang, 12 Januari 2021, memanggil Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk melaporkan perkembangan terkini mengenai pencarian dan...

Platform Tenaga Kerja On-demand Sampingan Terima Pendanaan Seri A

JAKARTA, TrijayaNews.id – Mengawali tahun 2021, Sampingan, platform yang memberdayakan pekerja kerah biru (blue-collar) independen terbesar di Indonesia mendapat pendanaan seri A sebesar US$ 5 juta...

Berita Terkait

Tentang Kami

Ikuti Kami

Copyright @ 2020 TrijayaNews.id. All right reserved